TNI Akan Proses Hukum Anggota yang Diduga Terlibat Penyerangan hingga Tewaskan Warga di Deli Serdang
Ilustrasi TNI Foto: hanffburhan/Shutterstock
D'On, Deli Serdang - Insiden penyerangan yang diduga melibatkan sejumlah oknum prajurit TNI di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, berujung tragis dengan tewasnya satu warga sipil dan menyebabkan 10 orang lainnya terluka. Komandan Batalyon Artileri Medan 2 (Yonarmed 2), Letkol Arm Herman Santoso, menyatakan akan menindak tegas dan memproses hukum anggotanya yang terlibat dalam kejadian ini.
“Saya pastikan mereka akan diproses hukum sesuai aturan yang berlaku,” tegas Letkol Herman dalam pernyataannya pada Minggu (10/11). Namun, Herman belum merinci jumlah personel yang terlibat dalam insiden tersebut, maupun identitas mereka yang kini tengah dalam penyelidikan internal.
Kronologi Insiden: Berawal dari Saling Ejek
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari pihak kepolisian, insiden ini bermula dari cekcok ringan yang berubah menjadi tragedi berdarah. Kapolres Deli Serdang, Kombes Pol Raphael Shandy, mengungkapkan bahwa konflik awal dipicu oleh aksi saling ejek antara beberapa warga dan oknum prajurit TNI di sekitar lokasi kejadian.
“Ada informasi awal yang menunjukkan bahwa terjadi aksi saling ejek antara kedua belah pihak. Meskipun terlihat sepele, namun suasana menjadi panas dan memicu konfrontasi yang tidak terkendali,” jelas Kombes Raphael.
Menurut Raphael, usai terlibat dalam cekcok, sejumlah anggota TNI diduga merasa terpancing emosi. Mereka kemudian mencari warga yang terlibat dalam insiden ejekan tersebut. "Mereka mencari beberapa orang yang terlibat, tetapi mungkin tidak menemukan yang dicari. Kemudian mereka kembali dengan jumlah yang lebih banyak dan melakukan tindakan penyerangan," lanjutnya.
Reaksi Warga dan Proses Investigasi
Insiden ini segera memicu ketegangan di tengah masyarakat setempat. Banyak warga yang merasa cemas dan khawatir atas kejadian yang berlangsung di luar kendali tersebut. Beberapa saksi mata menyebutkan bahwa suasana pada malam itu berubah menjadi kacau, dengan teriakan dan jeritan yang mengisi udara, saat kelompok oknum TNI yang diduga melakukan penyerangan.
Meskipun korban telah mendapatkan pertolongan medis, nyawa satu warga tidak tertolong akibat luka serius yang dideritanya. Sepuluh warga lainnya yang mengalami luka bervariasi kini sedang menjalani perawatan di rumah sakit terdekat.
Pihak TNI dan kepolisian setempat sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap fakta di balik peristiwa ini. Mereka berjanji akan transparan dalam mengusut kasus yang mencoreng citra institusi TNI ini.
“Kami akan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk memastikan proses hukum berjalan adil. Tidak ada yang kebal hukum, apalagi jika tindakan tersebut merugikan warga sipil dan merusak ketertiban masyarakat,” tambah Letkol Herman.
Respons Masyarakat dan Langkah Pencegahan
Berita ini dengan cepat menyebar melalui media sosial, memicu perdebatan dan kecaman dari berbagai pihak. Banyak yang meminta adanya reformasi dalam kedisiplinan prajurit serta perlunya pendekatan yang lebih manusiawi dalam menghadapi warga sipil. Beberapa tokoh masyarakat juga menyampaikan kekhawatiran atas insiden ini, mengingat hubungan antara aparat TNI dan masyarakat yang harusnya dilandasi oleh saling menghormati dan kerja sama.
Kejadian ini juga menjadi pelajaran penting bagi semua pihak terkait, terutama dalam menangani konflik yang dapat melibatkan emosi dan kekerasan. Langkah pencegahan seperti pelatihan pengendalian diri dan komunikasi yang lebih baik antara aparat dan masyarakat diharapkan dapat mencegah insiden serupa terjadi di masa depan.
Pihak berwenang saat ini sedang mengumpulkan bukti-bukti dan memeriksa saksi-saksi terkait insiden tersebut. Proses hukum terhadap para pelaku yang terlibat akan menjadi langkah awal dalam upaya memulihkan kepercayaan publik dan menjaga nama baik institusi TNI.
“Kami mohon masyarakat untuk tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas. Biarkan proses hukum berjalan dengan baik agar kebenaran dapat terungkap,” pungkas Kombes Raphael, mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga situasi kondusif sembari menunggu hasil investigasi resmi.
Kasus ini menjadi perhatian publik, dan banyak yang menantikan langkah tegas dari pihak berwenang untuk mengusut tuntas peristiwa yang menyedihkan ini.
(Mond)
#Peristiwa #TNI #Militer