Trans Padang Koridor 2: Angkutan Publik yang Dinanti, Masyarakat Bungus Teluk Kabung Minta Penambahan Armada
Trans Padang
D'On, Padang - Kehadiran Bus Trans Padang koridor 2 yang melayani rute Pusat Kota Padang hingga Bungus Teluk Kabung kini semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat. Diluncurkan secara resmi pada bulan September 2024, layanan angkutan massal ini telah menjadi solusi transportasi yang diandalkan oleh warga, termasuk para pelajar dan pekerja yang rutin melakukan perjalanan ke pusat kota.
Namun, meski baru berjalan sekitar dua bulan, permintaan akan peningkatan kapasitas layanan sudah mulai muncul. Masyarakat Bungus Teluk Kabung (Bungtekab), terutama yang berada di wilayah yang jauh dari jalur pemberhentian, mengharapkan adanya penambahan unit bus dari jumlah saat ini yang hanya 12 unit. Keterbatasan jumlah bus yang beroperasi menjadi salah satu tantangan yang dirasakan warga dalam memanfaatkan fasilitas ini secara optimal.
Harapan Masyarakat untuk Peningkatan Layanan
Edrial, seorang warga Bungus Teluk Kabung, mengungkapkan bagaimana kehadiran Bus Trans Padang memberikan dampak positif dalam hal mobilitas masyarakat. Menurutnya, jalur Pusat Kota – Bungus Teluk Kabung yang dilalui oleh bus ini sangat membantu, terutama bagi mahasiswa yang setiap hari harus menempuh perjalanan ke kampus.
"Kehadiran Bus Trans Padang sangat membantu, apalagi bagi kami yang setiap hari beraktivitas di pusat kota. Namun, saat ini hanya ada 12 unit yang beroperasi. Jumlah ini terasa kurang, terutama saat jam sibuk seperti pagi dan sore hari. Kami sangat berharap ada penambahan armada agar masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan ini," ujar Edrial saat ditemui pada Senin (18/11/2024).
Menurut Edrial, bus yang saat ini beroperasi sering kali penuh, terutama pada jam-jam berangkat kerja dan pulang kerja. Para penumpang kerap kali harus menunggu lama di halte, sehingga menyebabkan ketidaknyamanan. "Banyak mahasiswa dan pekerja yang terpaksa menunggu lama karena bus sering kali sudah penuh. Jika ada penambahan bus, tentunya ini akan mengurangi waktu tunggu dan memudahkan kami," tambahnya.
Camat Bungtekab Siap Mengajukan Permohonan Penambahan Armada
Menanggapi keluhan masyarakat, Camat Bungus Teluk Kabung, Harnoldi, turut memberikan perhatian serius terhadap permasalahan ini. Ia menyampaikan bahwa pihaknya berencana mengajukan surat resmi kepada instansi terkait, khususnya kepada pengelola Trans Padang dan Dinas Perhubungan Kota Padang, untuk mengusulkan penambahan jumlah bus yang melayani rute koridor 2 ini.
"Kecamatan Bungus Teluk Kabung akan segera bersurat kepada pihak pengelola Bus Trans Padang serta Dinas Perhubungan. Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi terhadap layanan ini, dan ini menjadi bukti bahwa Trans Padang telah menjadi pilihan utama angkutan umum di wilayah kami. Penambahan unit bus sangat dibutuhkan agar layanan ini bisa lebih optimal," kata Harnoldi.
Selain itu, Harnoldi juga mengungkapkan adanya permintaan dari masyarakat yang tinggal di area jauh dari halte atau pemberhentian Bus Trans Padang. Menurutnya, ada kebutuhan akan layanan pengumpan atau shuttle kecil yang dapat menghubungkan warga di wilayah terpencil menuju titik pemberhentian bus utama.
"Masih ada warga yang rumahnya jauh dari rute Trans Padang. Mereka mengusulkan adanya mobil kecil atau shuttle yang bisa membawa penumpang ke halte terdekat. Ini juga akan kami sampaikan kepada pengelola Trans Padang dan Pemerintah Kota Padang. Kami berharap ada solusi transportasi yang lebih terintegrasi sehingga seluruh warga bisa merasakan manfaatnya," jelas Harnoldi.
Tantangan Transportasi dan Harapan Integrasi Layanan
Permintaan masyarakat Bungus Teluk Kabung ini mencerminkan tantangan yang dihadapi dalam pengembangan sistem transportasi umum di daerah pinggiran kota. Keterbatasan jumlah bus sering kali menjadi kendala utama, apalagi jika dibandingkan dengan tingginya animo masyarakat dalam menggunakan transportasi massal yang lebih terjangkau dan nyaman dibandingkan angkutan pribadi atau angkutan umum lainnya.
Selain masalah kapasitas, integrasi transportasi antar wilayah juga menjadi perhatian. Layanan feeder atau pengumpan yang diusulkan warga dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi masalah aksesibilitas. Dengan adanya shuttle atau mobil kecil yang mengantar penumpang dari kawasan terpencil ke halte utama, diharapkan semakin banyak warga yang dapat menikmati fasilitas transportasi umum ini tanpa harus berjalan jauh.
Dinas Perhubungan Kota Padang sebagai pihak yang bertanggung jawab diharapkan bisa merespons kebutuhan ini dengan cepat. Mengingat potensi besar Bus Trans Padang dalam mengurangi kemacetan serta menyediakan alternatif transportasi yang lebih ramah lingkungan, peningkatan dan perluasan layanan seharusnya menjadi prioritas.
Masa Depan Trans Padang Koridor 2
Keberhasilan Trans Padang Koridor 2 dalam menarik minat masyarakat Bungus Teluk Kabung menunjukkan bahwa layanan angkutan massal ini telah berhasil menjadi bagian dari solusi transportasi di Kota Padang. Namun, seiring dengan bertambahnya jumlah penumpang, penyesuaian kapasitas dan peningkatan kualitas layanan menjadi langkah yang sangat penting.
Permintaan penambahan bus dan integrasi layanan shuttle adalah refleksi dari kebutuhan riil di lapangan. Apabila langkah ini dapat segera direalisasikan, bukan tidak mungkin Trans Padang akan semakin dicintai oleh masyarakat dan menjadi contoh sukses penerapan transportasi massal di daerah-daerah lain.
Bagi masyarakat, harapannya sangat jelas: transportasi yang mudah diakses, terjangkau, dan nyaman. Jika Pemerintah Kota Padang dapat mendengarkan dan mewujudkan permintaan ini, maka kehadiran Trans Padang tidak hanya sekadar menjadi pilihan transportasi, tetapi juga menjadi simbol kemajuan infrastruktur yang merata hingga ke wilayah pinggiran seperti Bungus Teluk Kabung.
(Mond)
#TransPadang #Padang