Aksi Senyap Pasukan Intai Tempur Kostrad: Delapan Pentolan OPM Menyerah Tanpa Perlawanan
Aksi Senyap Pasukan Intai Tempur Kostrad Bikin 8 Pentolan OPM Bertekuk Lutut
D'On, Papua Barat – Dalam sebuah operasi senyap yang terencana dengan matang, Satgas Batalyon Infanteri Para Raider 501/Bajra Yudha kembali mencetak sejarah. Tim intai tempur Kostrad berhasil menggiring delapan anggota inti Organisasi Papua Merdeka (OPM) dari Kodap IV/Sorong Raya untuk menyerahkan diri bersama keluarga mereka di Maybrat, Papua Barat. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kekuatan pendekatan humanis yang diterapkan dalam operasi militer modern.
Langkah bersejarah ini terjadi hanya beberapa pekan setelah keberhasilan serupa pada 15 Desember 2024, di mana tiga simpatisan OPM sebelumnya telah lebih dahulu menyerahkan diri. Komandan Satgas Yonif 501/BY, Letkol Inf Yahkya Wisnu Arianto, mengungkapkan bahwa operasi ini merupakan puncak dari strategi intensif yang mengedepankan pendekatan persuasif di wilayah Aifat Selatan, Fuog Komplek.
“Kami memastikan bahwa setiap langkah yang diambil adalah hasil dari perencanaan yang detail dan pendekatan yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan. Penyerahan diri delapan anggota OPM, bersama istri dan anak-anak mereka, menunjukkan bahwa mereka percaya pada niat baik kami dan ingin kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Letkol Yahkya Wisnu Arianto dalam keterangannya, Jumat (27/12/2024).
Misi Senyap di Pedalaman Papua
Operasi ini dimulai beberapa bulan sebelumnya, ketika pasukan Yonif Para Raider 501/BY diterjunkan ke kawasan terpencil di Papua Barat. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu kantong pergerakan OPM yang sulit dijangkau karena medan berat dan risiko tinggi. Namun, dengan pengalaman dan kemampuan pasukan intai tempur Kostrad, misi yang tampak mustahil ini akhirnya berbuah manis.
“Operasi ini tidak hanya mengandalkan kekuatan militer semata, tetapi juga pendekatan humanis yang menyentuh hati para simpatisan dan anggota aktif OPM. Kami menunjukkan bahwa NKRI membuka pintu bagi siapa saja yang ingin kembali, tanpa kekerasan,” jelas Letkol Yahkya.
Tim intelijen lapangan bekerja tanpa lelah, mengumpulkan informasi tentang lokasi dan aktivitas kelompok OPM di wilayah Kodap IV/Sorong Raya. Setelah memastikan posisi mereka, pasukan melakukan pendekatan bertahap, menjalin komunikasi, dan menyampaikan pesan damai kepada para anggota OPM.
Momen Penyerahan Diri
Pada hari yang telah direncanakan, delapan anggota OPM beserta keluarga mereka—termasuk istri dan anak-anak kecil—mendatangi pos TNI di wilayah Maybrat. Momen ini menjadi bukti keberhasilan strategi pendekatan humanis yang diterapkan oleh Satgas Yonif 501/BY. Mereka datang dengan tangan kosong, menyerahkan senjata, dan menyatakan sumpah setia kepada NKRI.
“Ini bukan hanya kemenangan militer, tetapi juga kemenangan hati dan pikiran. Mereka tidak lagi merasa teralienasi atau terancam, tetapi melihat peluang untuk hidup damai bersama NKRI,” kata Letkol Yahkya.
Langkah Lanjut: Reintegrasi dan Pembinaan
Setelah penyerahan diri, para mantan anggota OPM dan keluarga mereka segera menjalani proses verifikasi dan pembinaan. TNI bekerja sama dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat untuk memastikan reintegrasi mereka berjalan lancar. Fokus utamanya adalah memberikan dukungan psikologis, pendidikan, dan keterampilan kerja bagi mereka agar dapat kembali berkontribusi dalam masyarakat.
Keberhasilan ini, menurut Letkol Yahkya, bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari babak baru. “Kami berkomitmen untuk terus menjaga keamanan dan kedamaian di wilayah Papua Barat, sembari membuka jalan bagi mereka yang masih ragu untuk kembali. Pendekatan humanis akan tetap menjadi prioritas kami.”
Pentingnya Pendekatan Humanis dalam Operasi Militer
Operasi ini menjadi bukti nyata bahwa pendekatan militer tidak selalu harus mengandalkan senjata dan kekerasan. Dengan mengedepankan dialog, empati, dan komitmen untuk kesejahteraan masyarakat, pasukan Yonif 501/BY menunjukkan bahwa solusi damai adalah kunci untuk menyelesaikan konflik berkepanjangan.
Keberhasilan ini tidak hanya memberikan harapan baru bagi masyarakat Papua, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh bangsa bahwa kedamaian dapat diraih melalui cara-cara yang menghormati nilai kemanusiaan.
Di tengah tantangan berat yang dihadapi di pedalaman Papua, aksi senyap ini menjadi bukti nyata bahwa TNI tidak hanya melindungi kedaulatan negara, tetapi juga menjunjung tinggi cita-cita perdamaian.
(Mond)
#KKB #Papua #TNI #Militer