KPU Kota Padang Sukses Gelar Rapat Pleno Terbuka Pilkada 2024: Transparansi Demokrasi yang Menjadi Sorotan
KPU Padang Rapat Pleno Rekapitulasi Suara berlangsung selama 2 hari
D'On, Padang - Dalam upaya menjaga kepercayaan publik terhadap proses demokrasi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang berhasil menyelenggarakan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara tingkat Kota Padang untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) serta Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang dalam Pilkada Serentak 2024. Acara ini menjadi momentum penting yang tidak hanya menandai penutup rangkaian pesta demokrasi, tetapi juga menjadi cerminan komitmen KPU terhadap asas transparansi dan akuntabilitas.
Rapat Pleno: Dua Hari yang Penuh Makna
Bertempat di Truntum Hotel Padang, rapat pleno yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 5-6 Desember 2024, dipimpin langsung oleh Ketua KPU Kota Padang, Dori Putra. Ia didampingi oleh seluruh anggota KPU Kota Padang, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dari 11 kecamatan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), serta perwakilan dari Polresta Padang. Tidak ketinggalan, saksi-saksi pasangan calon (paslon) dan sejumlah insan pers turut hadir untuk memastikan keterbukaan proses tersebut.
Dalam upaya merangkul partisipasi masyarakat yang lebih luas, jalannya rapat pleno ini disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi KPU Kota Padang. Hal ini bertujuan untuk memberikan akses kepada masyarakat yang ingin menyaksikan langsung bagaimana proses demokrasi ini berjalan.
Ketua KPU Kota Padang, Dori Putra, dalam pembukaan rapat pleno, menegaskan bahwa forum tersebut bukan untuk menentukan pasangan calon terpilih, tetapi fokus pada penetapan hasil rekapitulasi suara yang telah ditabulasi dari tingkat kecamatan. “Kami hanya mentabulasi hasil suara dari PPK. Jika ada keberatan terhadap hasil rekapitulasi, para calon memiliki hak konstitusional untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi dalam tiga hari setelah penetapan,” ujar Dori dengan tegas.
Tantangan dalam Rekapitulasi
Rapat pleno bukan tanpa dinamika. Dori mengingatkan saksi paslon untuk tidak membahas ulang kejadian di Tempat Pemungutan Suara (TPS) selama forum berlangsung. Hal ini dilakukan demi menjaga kelancaran dan fokus rapat. Ketegasan ini diapresiasi oleh berbagai pihak sebagai langkah untuk mencegah debat yang berpotensi memperpanjang waktu rapat.
Meskipun demikian, suasana rapat berlangsung kondusif. Seluruh pihak hadir dengan sikap profesional, mencerminkan kedewasaan demokrasi di Kota Padang.
Hasil Rekapitulasi Suara: Dominasi Pasangan Fadly Amran-Maigus Nasir
Rapat pleno ini menghasilkan penetapan perolehan suara resmi untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar serta Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang. Berikut rincian hasilnya:
Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar
Mahyeldi-Vasko: 83% suara
Eviyardi-Ekos: 14,1% suara
Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang
Fadly Amran-Maigus Nasir: 55,2% suara
Hendri Septa-Hidayat: 27,8% suara
Iqbal-Amasrul: 17,1% suara
Pasangan Fadly Amran-Maigus Nasir muncul sebagai pemenang dengan perolehan suara mayoritas sebesar 55,2%. Kemenangan ini menandai era baru kepemimpinan di Kota Padang, membawa harapan akan percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Langkah Selanjutnya: Menjaga Integritas Demokrasi
Proses rekapitulasi ini tidak hanya menjadi catatan penting dalam sejarah Pilkada Kota Padang, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan demokrasi di Sumatera Barat. Dengan hasil yang telah ditetapkan, KPU Kota Padang mengingatkan bahwa jalur hukum tetap terbuka bagi pihak yang merasa dirugikan untuk mengajukan keberatan ke Mahkamah Konstitusi.
Langkah transparan ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi di Indonesia. Sebagaimana dikatakan oleh Dori Putra, “Transparansi adalah kunci untuk membangun kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemilu. Kami di KPU berkomitmen untuk menjaga nilai-nilai itu demi demokrasi yang lebih baik.”
Rapat pleno ini menjadi bukti nyata bahwa dengan kerja sama berbagai pihak, demokrasi dapat berjalan dengan lancar, jujur, dan adil. Masyarakat kini menanti langkah-langkah konkret dari para pemimpin terpilih untuk mewujudkan janji-janji kampanye mereka. Semangat demokrasi yang telah terbangun di Kota Padang diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.
(Mond)
#Politik #KPU #Padang #RapatPleno