Breaking News

Dramatis! Nelayan yang Hilang di Muaro Penjalinan Ditemukan Selamat Setelah Terseret Ombak

Muhammad Aljanerri Permana (jaket biru) berhasil ditemukan selamat setelah operasi pencarian intensif tim SAR gabungan.


D'On, Padang
– Malam yang mencekam di Muaro Penjalinan, Kota Padang, berubah menjadi kelegaan setelah Muhammad Aljanerri Permana (30), seorang nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat kapal terbalik, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat. Insiden yang terjadi pada Jumat (28/3/2025) ini sempat menimbulkan ketegangan di kalangan keluarga dan masyarakat setempat.

Kantor SAR Kelas A Padang mengonfirmasi penemuan Aljanerri pada pukul 23.30 WIB di koordinat 0°51'57.84"S - 100°19'55.93"E, sekitar 80 meter dari lokasi awal kejadian. "Korban ditemukan dalam kondisi selamat setelah berjuang melawan ombak selama berjam-jam. Ini merupakan hasil kerja keras tim SAR gabungan dan dukungan dari masyarakat," ujar Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri, pada Sabtu (29/3).

Detik-Detik Kapal Terbalik dan Upaya Penyelamatan

Insiden bermula saat Aljanerri dan rekannya, Rio (35), sedang dalam perjalanan kembali ke daratan setelah seharian menjaring ikan. Kapal mereka dihantam ombak besar saat memasuki muara sekitar pukul 18.30 WIB, menyebabkan kapal terbalik secara tiba-tiba. Rio berhasil berenang ke tepian dan segera melaporkan kejadian tersebut, sementara Aljanerri terseret arus dan menghilang di tengah gulungan ombak yang ganas.

Mendapat laporan pada pukul 22.43 WIB, Kantor SAR Kelas A Padang segera mengerahkan tim penyelamat. Berkoordinasi dengan Polsek Kototangah dan kelompok nelayan setempat, tim SAR bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

Tim penyelamat yang terdiri dari 7 personel Kantor SAR Padang, 4 personel BPBD Kota Padang, 4 personel Polsek Kototangah, 15 nelayan setempat, dan 1 personel Babinsa, tiba di lokasi pada pukul 23.15 WIB. Pencarian dilakukan dengan berbagai peralatan canggih, termasuk Rescue Car Double Cabin, Landing Craft Rubber (LCR), peralatan SAR udara, alat komunikasi, serta Aqua Eye—perangkat pendeteksi bawah air yang sangat membantu dalam pencarian korban.

Pertarungan Melawan Ombak: Kisah Aljanerri Bertahan Hidup

Saat ditemukan, Aljanerri dalam kondisi lemah tetapi masih sadar. Ia bertahan dengan berpegangan pada puing-puing kapal yang terseret arus. “Saya hanya berpikir harus bertahan. Ombak sangat kuat, tapi saya mencoba tetap tenang dan menghemat tenaga,” ujar Aljanerri saat diwawancarai setelah dievakuasi.

Menurut tim penyelamat, keberuntungan berpihak pada Aljanerri karena ia berhasil tetap mengapung hingga tim SAR menemukannya. Setelah dievakuasi, ia langsung dibawa ke rumah keluarganya untuk mendapatkan perawatan dan pemulihan.

Momen Haru dan Penutupan Operasi SAR

Begitu kabar ditemukannya Aljanerri tersebar, keluarga dan masyarakat sekitar yang sejak sore menunggu dengan cemas langsung menyambut dengan haru. Suasana emosional pun pecah saat Aljanerri dipeluk oleh keluarganya yang tak mampu menahan air mata kebahagiaan.

Setelah memastikan tidak ada korban lain yang hilang, operasi SAR secara resmi ditutup pada pukul 23.45 WIB. Semua unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing setelah melakukan debriefing.

Hendri menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan di laut, terutama bagi para nelayan yang setiap hari bergelut dengan ombak. "Kami mengimbau para nelayan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan menggunakan alat keselamatan saat melaut," tutupnya.

Peristiwa ini tidak hanya menjadi kisah keberanian dan kerja keras tim penyelamat, tetapi juga bukti bahwa keajaiban bisa terjadi di tengah ketidakpastian. Aljanerri, yang sempat hilang di tengah lautan, kini bisa kembali ke keluarganya dengan selamat.

(Mond)

#Peristiwa #KapalNelayanTerbalik #Padang