Breaking News

Istri Polisi Korban Penembakan di Arena Judi Sabung Ayam Dihadang di Jalan oleh Oknum Aparat?

Kakak dan anak Almarhum AKP Anurmerta Lusianto Parwati di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (25/3/2025).

D'On, Jakarta
– Sebuah drama penuh ketegangan terjadi dalam perjalanan para istri polisi korban penembakan di Negara Batin, Way Kanan, Lampung. Mereka hendak berangkat ke Jakarta untuk mencari keadilan, namun justru mendapat perlakuan yang mengejutkan. Tim hukum Hotman Paris, yang mendampingi keluarga korban, mengungkap bahwa perjalanan mereka terhenti secara misterius setelah dihadang oleh oknum aparat kepolisian.

Dicegat di Jalan: Ada Apa?

Dalam konferensi pers yang digelar di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (25/3), Hotman Paris blak-blakan mengungkapkan bahwa istri Kapolsek AKP Lusiyanto serta istri Aipda Petrus mengalami pencegatan saat hendak menuju Jakarta. Kejadian ini diduga dilakukan oleh oknum kepolisian di tengah perjalanan mereka.

"Istri dari Kapolsek ini, yang seharusnya hadir di sini, kemarin sudah dalam perjalanan. Tapi di tengah jalan, mereka dicegat oleh oknum aparat. Kenapa harus dicegat? Mereka punya hak asasi untuk memperjuangkan keadilan atas suaminya yang meninggal," tegas Hotman Paris dengan nada geram.

Putri Maya Rumanti, salah satu anggota tim hukum Hotman 911, menambahkan bahwa pencegatan itu terjadi saat kedua istri korban sudah dalam perjalanan menuju Jakarta pada Senin (24/3) malam. Namun, mereka tiba-tiba dipaksa kembali dengan alasan yang mengejutkan karena Kapolri akan melakukan kunjungan ke Lampung.

"Awalnya mereka tetap melanjutkan perjalanan meskipun sudah dicegat. Tapi lagi-lagi mereka dikejar oleh oknum anggota Polsek Wadang, Polres OKI Timur, Sumatera Selatan," ungkap Putri.

Pengejaran ini menambah ketegangan. Dua istri korban yang hanya ingin mencari keadilan untuk suami mereka, tiba-tiba menjadi pihak yang ‘diburu’.

Rumah Diawasi: Ada Tekanan?

Setelah pencegatan itu, situasi semakin mencurigakan. Kedua istri korban akhirnya dipaksa kembali ke rumah mereka masing-masing. Namun, yang lebih mencengangkan, rumah mereka justru dijaga oleh aparat kepolisian yang sebelumnya tidak pernah terlihat berjaga di sana.

"Pagi harinya, rumah mereka masing-masing dijaga oleh anggota polsek. Kenapa tiba-tiba ada penjagaan setelah mereka dicegat? Ada apa sebenarnya?" kata Putri penuh tanda tanya.

Hotman Paris menyesalkan tindakan ini. Menurutnya, pencegatan ini sangat tidak masuk akal.

"Alasannya karena Kapolri mau datang hari Rabu. Lalu, apa hubungannya dengan perjalanan mereka ke Jakarta? Mengapa mereka harus dihentikan? Apakah ada sesuatu yang ingin ditutupi?" ucap Hotman penuh curiga.

Dengan pencegatan tersebut, kedua istri korban batal menghadiri pertemuan penting dengan tim hukum Hotman Paris di Jakarta. Hanya ibu dan anak AKP Lusiyanto serta ibu dan kakak Briptu Ghalib yang berhasil hadir dalam pertemuan itu.

Kepolisian Bungkam, Publik Bertanya-tanya

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait pencegatan ini. Misteri mengapa dua istri korban dihadang, dikejar, dan rumah mereka diawasi semakin menimbulkan pertanyaan besar: adakah sesuatu yang hendak disembunyikan?

Kasus penembakan yang menewaskan tiga anggota kepolisian di Way Kanan, Lampung, telah mengguncang publik. Kini, dengan adanya dugaan tekanan terhadap keluarga korban, pertanyaan besar pun muncul: apakah ada pihak yang ingin menghalangi upaya mereka untuk mencari keadilan?

Hotman Paris dan timnya berjanji akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Namun, publik juga menantikan keberanian pihak kepolisian untuk memberikan jawaban atas segala kejanggalan yang terjadi.

(Mond)

#Peristiwa #Pencegatan #JudiSabungAyam #HotmanParis #PolisiTewasDitembak