Seleksi Guru dan Murid Sekolah Rakyat Dibuka April 2025: Langkah Besar Menuju Pendidikan Inklusif
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, saat memimpin rapat pleno persiapan Sekolah Rakyat bersama sejumlah kementerian dan lembaga di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (19/3/2025). foto/Dok/Kemensos
D'On, Jakarta – Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah kian mendekati tahap implementasi nyata. Sebuah gebrakan besar dalam dunia pendidikan akan segera terwujud dengan pendirian Sekolah Rakyat di 45 lokasi strategis. Dari 198 titik yang diusulkan oleh berbagai pihak, baik pemerintah daerah, perguruan tinggi, maupun swasta yang bersedia menyediakan lahan, tahap awal pembangunan telah ditetapkan.
Kabar ini disampaikan langsung oleh Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), setelah memimpin rapat pleno persiapan Sekolah Rakyat bersama jajaran kementerian dan lembaga terkait di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (19/3/2025). Dalam pertemuan ini, berbagai aspek teknis dan strategis dibahas guna memastikan program ini berjalan efektif serta mencapai tujuan utamanya: memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
"Sekolah Rakyat ini akan menjadi model pendidikan inklusif yang benar-benar berpihak pada masyarakat kurang mampu. Pemerintah daerah telah mengusulkan dua bentuk lokasi, yakni gedung yang bisa direvitalisasi serta tanah kosong dengan luas minimal 5 hingga 10 hektare yang bisa digunakan untuk membangun fasilitas pendidikan ini," ungkap Gus Ipul.
Menurut rencana, pembangunan sekolah ini akan rampung pada pertengahan 2025, sehingga bisa mulai beroperasi pada Juli 2025. Untuk itu, pemerintah telah menetapkan April 2025 sebagai waktu dimulainya proses seleksi penerimaan siswa serta rekrutmen tenaga pengajar.
Mekanisme Seleksi: Prioritas untuk yang Paling Membutuhkan
Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi jembatan bagi anak-anak dari keluarga ekonomi lemah agar bisa keluar dari lingkaran kemiskinan. Oleh karena itu, proses seleksi peserta didik dilakukan secara ketat dan berlapis untuk memastikan mereka yang paling membutuhkan mendapatkan kesempatan ini.
Tahapan seleksi mencakup:
-
Seleksi Administratif
Anak-anak yang termasuk dalam kategori Desil 1 dan 2 pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) akan diprioritaskan. Ini berarti bahwa mereka yang berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi terbawah memiliki peluang lebih besar untuk diterima. -
Tes Potensi Akademik dan Psikotes
Tes ini akan mengukur kemampuan kognitif dasar, kesiapan belajar, serta aspek psikologis calon siswa. Meskipun Sekolah Rakyat menitikberatkan pada aksesibilitas, tetap diperlukan tolok ukur akademik untuk melihat potensi siswa dalam mengikuti kurikulum yang dirancang khusus. -
Kunjungan Rumah (Home Visit)
Tim seleksi akan melakukan verifikasi langsung ke rumah calon siswa untuk memastikan bahwa mereka benar-benar berasal dari keluarga prasejahtera. Home visit ini juga menjadi kesempatan untuk memahami lebih dalam kondisi sosial dan lingkungan tempat mereka dibesarkan. -
Wawancara Orang Tua
Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada siswa, tetapi juga melibatkan orang tua dalam proses pendidikan. Oleh karena itu, wawancara dengan wali murid akan menjadi bagian penting untuk mengetahui sejauh mana dukungan mereka terhadap anak-anaknya dalam menempuh pendidikan. -
Pemeriksaan Kesehatan
Pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memastikan setiap calon siswa berada dalam kondisi yang cukup baik untuk belajar dan berkembang secara optimal. Jika ditemukan masalah kesehatan yang perlu ditangani, Sekolah Rakyat juga akan memberikan dukungan medis yang diperlukan.
Rekrutmen Guru: Lebih dari Sekadar Pengajar, tetapi Sosok Pembimbing
Tidak hanya seleksi siswa yang dilakukan secara ketat, proses rekrutmen guru untuk Sekolah Rakyat juga akan berjalan dengan standar tinggi. Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, M. Nuh, menegaskan bahwa tenaga pengajar yang direkrut berasal dari lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang telah melalui berbagai tahapan sertifikasi.
"Saat ini, kita memiliki 60.000 guru lulusan PPG yang siap ditempatkan sesuai dengan daerah asal mereka. Ini penting agar mereka bisa mengajar dengan pemahaman yang lebih baik tentang lingkungan sosial dan budaya setempat," ujar M. Nuh.
Selain itu, pemerintah juga membuka peluang bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ingin berkontribusi sebagai tenaga pengajar di Sekolah Rakyat. Namun, tidak sembarang guru bisa diterima. Mereka yang ingin bergabung harus menjalani serangkaian seleksi untuk memastikan bahwa mereka tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang tinggi, tetapi juga empati sosial yang mendalam.
"Anak-anak yang akan kita didik ini berasal dari latar belakang yang menantang. Jadi, kita butuh guru yang bukan hanya pandai mengajar, tetapi juga punya kepedulian, kesabaran, dan semangat membimbing mereka menuju masa depan yang lebih baik," tegas M. Nuh.
Lebih dari Sekadar Sekolah: Menyiapkan Generasi Masa Depan
Sekolah Rakyat bukan hanya tentang memberikan pendidikan gratis, tetapi juga membangun generasi yang mampu mengubah nasib mereka sendiri. Oleh karena itu, selain kurikulum akademik standar, sekolah ini juga akan membekali siswa dengan keterampilan yang relevan dengan dunia modern.
Salah satu fokus utama adalah pelatihan di bidang teknologi digital. Siswa akan mendapatkan pelajaran tentang coding, keamanan siber (cybersecurity), data sains, dan keterampilan digital lainnya yang saat ini menjadi kunci dalam dunia kerja. Dengan bekal ini, lulusan Sekolah Rakyat tidak hanya bisa bersaing dalam pendidikan tinggi tetapi juga memiliki peluang besar untuk masuk ke dunia industri teknologi.
Tak hanya itu, Sekolah Rakyat juga akan menyediakan jalur beasiswa Bidik Misi bagi lulusannya yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dengan demikian, anak-anak dari keluarga prasejahtera tidak hanya mendapat kesempatan sekolah, tetapi juga mendapat peluang yang lebih besar untuk meningkatkan taraf hidup mereka melalui pendidikan tinggi.
Masa Depan yang Lebih Cerah
Langkah besar yang diambil pemerintah ini diharapkan mampu menjadi solusi konkret dalam mengatasi masalah kesenjangan pendidikan di Indonesia. Sekolah Rakyat hadir sebagai jawaban bagi mereka yang selama ini terpinggirkan dari sistem pendidikan formal karena faktor ekonomi.
Dengan sistem seleksi yang ketat dan kurikulum yang dirancang secara khusus, Sekolah Rakyat bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk membangun masa depan yang lebih cerah, berdaya saing, dan mandiri.
April 2025 akan menjadi titik awal bagi ribuan anak Indonesia untuk menggapai mimpi mereka dan dunia akan menyaksikan lahirnya generasi baru yang siap membawa perubahan.
(Mond)
#SekolahRakyat #Pendidikan #Nasional