Bakauheni Sesak Saat Arus Balik: Lautan Kendaraan Padati Pelabuhan Tanpa Henti
Ribuan kendaraan arus balik Lebaran 2025 memadati kantong parkir Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Sabtu 5 April 2025.
D'On, Lampung Selatan – Sabtu dini hari, 5 April 2025, Pelabuhan Bakauheni tampak tak pernah tidur. Dalam bayang cahaya lampu-lampu pelabuhan yang temaram, ribuan kendaraan mengalir tiada henti, membawa gelombang pemudik yang hendak kembali ke Pulau Jawa usai merayakan Idulfitri di kampung halaman.
Waktu menunjukkan pukul 03.00 WIB. Namun suasana di kantong-kantong parkir pelabuhan justru mencerminkan puncak keramaian. Antrean kendaraan—baik di jalur dermaga reguler maupun eksekutif—tampak padat. Roda dua dan roda empat mengisi hampir seluruh lahan yang tersedia. Mesin-mesin mobil menyala, sesekali terdengar klakson bersahutan, seolah menyuarakan kegelisahan para pemudik yang telah berjaga sepanjang malam.
Meski antrean belum sampai mengular hingga ke gerbang pelabuhan, kesibukan yang berlangsung menunjukkan lonjakan arus balik yang signifikan. Suasana tak ubahnya denyut nadi kota besar di tengah malam: sibuk, penuh harapan, dan sedikit lelah.
Lonjakan Penumpang dan Kendaraan
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Utama Bakauheni mencatat, dalam kurun waktu hanya 12 jam—mulai pukul 08.00 WIB hingga 20.00 WIB, Jumat (4/4/2025)—sebanyak 66.951 penumpang telah menyeberang meninggalkan Sumatera. Jumlah ini bukan hanya sekadar angka. Di baliknya, tersimpan cerita tentang perantau, pekerja, pelajar, hingga keluarga yang baru saja menutup lembaran lebaran dengan pelukan perpisahan.
Jika ditotal sejak H+1 hingga H+4 Lebaran, arus balik dari Bakauheni telah membawa 259.033 penumpang menuju Pelabuhan Merak di Banten. Angka ini mencerminkan puncak gelombang balik yang begitu masif dan terorganisir, menguji kesiapan semua lini, dari operator pelabuhan hingga aparat keamanan.
Sementara itu, kendaraan yang telah diseberangkan hingga Jumat malam tercatat mencapai 18.420 unit. Dari jumlah itu, sepeda motor mendominasi dengan 9.644 unit, disusul oleh mobil pribadi sebanyak 8.607 unit, dan bus 169 unit. Truk-truk besar yang biasa turut meramaikan pelabuhan saat hari biasa, kini dialihkan ke Pelabuhan BBJ Muara Pilu untuk kemudian diseberangkan ke BBJ Bojonegara, demi memberi ruang bagi kelancaran arus balik pemudik.
Bakauheni: Titik Kritis Arus Balik Nasional
Pelabuhan Bakauheni bukan sekadar pelabuhan penyeberangan—di saat seperti ini, ia menjadi simpul vital arus pergerakan manusia dan logistik antar pulau. Ketika arus balik mencapai puncaknya, pelabuhan ini berubah menjadi denyut utama mobilitas nasional, menjembatani dua pulau besar: Sumatera dan Jawa.
Para petugas pelabuhan tampak sigap mengatur alur kendaraan. Suara pengeras suara tak henti memberi arahan, sementara lampu-lampu kendaraan menciptakan lautan cahaya yang bergerak perlahan menuju dermaga.
Harapan dan Tantangan
Di balik hiruk pikuk ini, tersimpan harapan akan keselamatan dan kelancaran perjalanan ribuan jiwa yang kembali untuk menjalani rutinitas. Namun tantangan pun tak kecil: manajemen lalu lintas pelabuhan, distribusi tiket, hingga pengaturan jadwal kapal, semuanya berpacu dengan waktu dan volume yang terus meningkat.
Bakauheni, malam ini, menjadi saksi bahwa Lebaran bukan hanya tentang pulang kampung, tapi juga tentang kembali, melanjutkan hidup dengan semangat baru. Dan bagi ribuan kendaraan yang berdesakan dalam antrean panjang itu, setiap putaran roda adalah langkah menuju rumah yang lain—tempat mencari rezeki, membangun mimpi, dan menanti Lebaran berikutnya.
(Mond)
#ArusBalikLebaran #Macet #Bakauheni