Breaking News

Dinamika Harga Pasar Raya Padang Pascaperayaan Idulfitri: Penurunan Cabai, Kenaikan Sayuran

Pedagang Cabai di Pasarraya Padang 

D'On, Padang
– Pasca perayaan Idulfitri, Pasar Raya Padang kembali diwarnai dengan fluktuasi harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok. Fenomena ini merupakan dampak dari berbagai faktor, termasuk tingkat permintaan yang berfluktuasi serta ketersediaan pasokan dari sentra produksi. Sejumlah bahan pangan mengalami penurunan harga, sementara beberapa lainnya justru mengalami lonjakan signifikan.

Salah satu komoditas yang mengalami penurunan cukup drastis adalah cabai. Harga cabai yang sebelumnya mencapai Rp80.000 per kilogram kini turun cukup tajam. Peri, seorang pedagang sayur mayur yang telah berjualan di Pasar Raya Padang selama lebih dari satu dekade, mengungkapkan bahwa cabai darek kini dijual dengan harga Rp50.000 per kilogram, sementara cabai Medan sedikit lebih tinggi, yakni Rp60.000 per kilogram.

“Beberapa hari sebelum Lebaran, harga cabai melonjak drastis karena banyaknya permintaan dari masyarakat yang mempersiapkan hidangan khas Lebaran. Namun, setelah Idulfitri, pasokan kembali normal sementara permintaan berkurang, sehingga harga cabai mengalami penyesuaian,” ujar Peri sembari melayani pelanggan di lapaknya.

Namun, berbeda dengan cabai, harga bawang merah justru mengalami kenaikan. Dari sebelumnya Rp36.000 per kilogram, kini harganya melonjak menjadi Rp40.000 per kilogram. Di sisi lain, bawang putih justru mengalami penurunan harga dari Rp42.000 menjadi Rp40.000 per kilogram. Hal ini, menurut para pedagang, dipengaruhi oleh distribusi bawang putih impor yang kembali lancar pasca-Lebaran.

Senada dengan Peri, One Nur, seorang pedagang sayuran lainnya, juga mencatat adanya lonjakan harga pada beberapa jenis sayuran yang banyak dibutuhkan masyarakat.

“Sayuran seperti buncis dan wortel mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Sebelum Lebaran, buncis masih dijual Rp12.000 per kilogram, tetapi kini harganya melesat menjadi Rp20.000. Wortel juga naik dari Rp12.000 menjadi Rp20.000 per kilogram. Kenaikan paling mencolok terjadi pada harga daun sup, yang sebelumnya Rp25.000 per kilogram, kini menjadi Rp40.000 per kilogram,” jelasnya.

Menurut Nur, lonjakan harga sayuran ini dipicu oleh meningkatnya permintaan dari rumah tangga serta usaha kuliner yang mulai beroperasi penuh setelah libur Lebaran. Sejumlah restoran dan rumah makan di Padang memerlukan pasokan bahan segar dalam jumlah besar untuk memenuhi pesanan pelanggan yang meningkat selama liburan.

Namun, di balik pergerakan harga ini, suasana Pasar Raya Padang masih terpantau lebih sepi dibandingkan hari-hari biasa. Hal ini disebabkan oleh banyaknya masyarakat yang masih berada di kampung halaman setelah mudik. Nurmaidar, seorang pedagang yang telah lama berjualan di pasar ini, mengungkapkan bahwa meski jumlah pembeli dari kalangan masyarakat umum menurun, permintaan dari rumah makan, kafe, dan restoran tetap tinggi.

“Biasanya setelah Lebaran, masyarakat masih enggan berbelanja ke pasar karena mereka lebih memilih menghabiskan waktu bersama keluarga atau masih dalam perjalanan pulang dari kampung halaman. Namun, di sisi lain, restoran dan rumah makan justru mengalami peningkatan pelanggan, sehingga kebutuhan mereka terhadap bahan baku tetap tinggi,” ungkap Nurmaidar.

Fluktuasi harga pascaperayaan Idulfitri seperti ini bukanlah fenomena baru bagi pedagang dan konsumen di Pasar Raya Padang. Seiring berjalannya waktu dan kembalinya aktivitas masyarakat ke kondisi normal, harga sejumlah bahan pokok diperkirakan akan mengalami penyesuaian kembali. Bagi masyarakat yang ingin berbelanja dengan harga terbaik, memantau pergerakan harga dan memilih waktu yang tepat untuk berbelanja menjadi strategi yang bijak dalam menghadapi dinamika pasar.

(Mond)

#PasarrayaPadang #HargaSembako #Padang