Breaking News

Drama di Pantai Tiram: Bocah 8 Tahun yang Dikira Terseret Ombak, Ditemukan Selamat 4 Kilometer dari Lokasi

Ratusan pengunjung Pantai Tiram berkerumun, menyaksikan tim penyelamat berjuang mencari bocah perempuan yang terseret ombak, Kamis (3/4/2025) sore.


D'On, Padang Pariaman
- Suasana di Pantai Tiram, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, berubah tegang pada Kamis (3/4/2025) sore. Seorang bocah perempuan berusia delapan tahun, Zea, dilaporkan hilang setelah terakhir terlihat bermain air di tepi pantai. Dugaan awal mengarah pada kemungkinan ia terseret ombak besar yang tiba-tiba datang. Namun, setelah pencarian intensif, kenyataan yang terungkap jauh berbeda dari yang dibayangkan.

Kronologi Kejadian: Dari Kepanikan hingga Kelegaan

Menjelang pukul 18.00 WIB, riuhnya Pantai Tiram dengan suara gelombang dan tawa pengunjung berubah menjadi kepanikan. Seorang saksi mata, Debi, melihat Zea seolah-olah tergulung ombak yang menghempas bibir pantai. Tanpa berpikir panjang, laporan segera disampaikan kepada petugas setempat, yang diteruskan ke Kantor SAR Kelas A Padang. Dalam hitungan menit, pukul 18.05 WIB, regu penyelamat langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.

Tim SAR yang terdiri dari tujuh personel rescue bergegas menuju Pantai Tiram. Jarak 11 kilometer dari kantor SAR ke lokasi ditempuh dalam 36 menit perjalanan darat. Dengan membawa perlengkapan pencarian, mereka mulai menyisir area yang diduga menjadi titik hilangnya Zea. Operasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk kepolisian dan masyarakat setempat, yang ikut serta dalam upaya menemukan bocah malang itu.

Harapan yang Nyaris Pudar dan Kejutan Tak Terduga

Waktu terus berjalan, dan gelap mulai menyelimuti pantai. Tim penyelamat yang awalnya berfokus pada perairan mulai memperluas pencarian ke area sekitar pantai. Mereka mencari di antara kerumunan pengunjung, mendatangi warung-warung, dan memeriksa tempat-tempat yang mungkin menjadi lokasi perlindungan bagi anak kecil yang kebingungan.

Kemudian, kejutan terjadi. Sekitar empat kilometer dari lokasi awal kejadian, di koordinat 0° 43.811'S - 100° 13.030'T, seorang relawan menemukan Zea dalam kondisi selamat. Ia tidak terseret ombak, melainkan tersesat di tengah keramaian. Saat ditemukan, Zea tampak bingung dan kelelahan, tetapi tidak mengalami cedera serius.

"Korban ditemukan dalam keadaan selamat, bukan terseret ombak seperti yang sempat dikhawatirkan," ujar Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri, dalam laporan resminya Kamis malam.

Pelajaran dari Insiden Pantai Tiram

Kabar baik ini disambut dengan kelegaan luar biasa, terutama bagi keluarga Zea yang sempat dirundung kepanikan. Setelah ditemukan, ia langsung diserahkan kembali kepada orang tuanya yang sudah menanti dengan harap-harap cemas.

Insiden ini menjadi pengingat betapa pentingnya pengawasan ketat terhadap anak-anak saat berada di tempat wisata, terutama di lokasi yang ramai dan berpotensi membingungkan seperti Pantai Tiram. Hendri pun mengimbau para orang tua agar lebih waspada dan tidak lengah dalam mengawasi anak-anak mereka.

"Pantai Tiram memang sering dipadati wisatawan, terutama saat hari libur. Kami harap kejadian seperti ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih berhati-hati," tambahnya.

Meski akhirnya berujung bahagia, kejadian ini menyisakan refleksi bagi banyak orang. Keamanan di tempat wisata tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga pada kewaspadaan setiap individu. Untung saja, Zea hanya tersesat, bukan terseret. Namun, tidak semua kisah serupa berakhir dengan keberuntungan yang sama.

(Mond)

#Peristiwa #BocahHanyut #PantaiTiram