Gunung Marapi Kembali Meletus, Ledakan Dahsyat Guncang Bukittinggi dan Agam Timur
Gunung Merapi di Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatra Barat, mengalami erupsi pada Kamis (3/4) pagi (net)
D'On, Sumatera Barat - Kamis pagi yang tenang berubah mencekam ketika bunyi menggelegar terdengar dari arah Gunung Marapi, mengejutkan warga Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam bagian timur. Sekitar pukul 07.12 WIB, suara dentuman keras yang menyerupai letusan ban truk gandeng pecah itu bergema di udara, memecah kesunyian pagi.
Tak berselang lama, pemandangan dramatis tersaji di puncak gunung setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut itu. Gumpalan abu vulkanik berwarna kelabu pekat membumbung tinggi ke angkasa, menciptakan lanskap mengerikan yang dapat terlihat dari kejauhan. Awan debu vulkanik tersebut perlahan-lahan bergerak ke arah timur, membawa serta kekhawatiran bagi warga yang berada di jalur penyebarannya.
Guncangan dan Rekaman Seismik
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa letusan ini disertai gempa berkekuatan magnitudo 2.0 pada pukul 07.12 WIB. Aktivitas vulkanik yang meningkat ini pun terekam dalam seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 30,3 milimeter dan berlangsung selama 39 detik. Peristiwa ini semakin menegaskan bahwa Gunung Marapi masih dalam kondisi aktif dan berpotensi mengalami erupsi susulan.
Antusiasme dan Kekhawatiran Warga
Kepulan abu yang menjulang tinggi menarik perhatian banyak warga. Dengan sigap, mereka mengeluarkan ponsel dan mengabadikan momen langka ini dalam foto dan video. Beberapa di antaranya membagikan rekaman tersebut ke media sosial, memperlihatkan betapa dahsyatnya kekuatan alam yang tengah bekerja.
Namun, di balik rasa penasaran dan antusiasme untuk merekam fenomena ini, terselip pula kekhawatiran yang mendalam. Gunung Marapi, yang sejak beberapa waktu terakhir ditutup untuk aktivitas pendakian, kembali menunjukkan tanda-tanda aktivitas tinggi. Warga yang tinggal di sekitar gunung mulai waspada terhadap kemungkinan hujan abu yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta dampak kesehatan yang mungkin ditimbulkan.
Rangkaian Erupsi Beruntun
Letusan pagi ini bukanlah satu-satunya aktivitas vulkanik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Sehari sebelumnya, pada Rabu (2/4/2025) pukul 16.04 WIB, Gunung Marapi juga mengalami erupsi. Saat itu, kolom abu vulkanik tercatat mencapai ketinggian sekitar 1.000 meter di atas puncak. Petugas Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi, Teguh, melaporkan bahwa abu berwarna kelabu pekat dengan intensitas tebal bergerak ke arah timur, serupa dengan letusan pada Kamis pagi.
Tak hanya itu, pada Rabu pagi sekitar pukul 06.25 WIB, gunung yang memiliki sejarah panjang aktivitas vulkanik ini kembali erupsi dengan tinggi kolom abu sekitar 350 meter. Letusan ini tercatat berlangsung selama 57 detik dengan amplitudo seismik sebesar 1,6 milimeter. Rangkaian aktivitas ini semakin memperkuat indikasi bahwa Gunung Marapi sedang berada dalam fase aktif yang patut diwaspadai.
Pantauan dan Imbauan
Petugas dan ahli vulkanologi terus memantau aktivitas Gunung Marapi dengan cermat. Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari otoritas terkait. Bagi warga yang berada di sekitar lereng gunung, penggunaan masker menjadi langkah pencegahan utama untuk menghindari dampak buruk dari paparan abu vulkanik.
Sementara itu, tim pemantau gunung api mengimbau masyarakat agar tidak mendekati zona berbahaya dan selalu memperbarui informasi dari sumber resmi. Aktivitas pendakian masih ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan, mengingat kondisi gunung yang masih belum stabil.
Dengan intensitas aktivitas vulkanik yang meningkat, semua pihak kini menunggu perkembangan lebih lanjut. Apakah Gunung Marapi akan kembali melepaskan letusannya dalam waktu dekat? Ataukah aktivitas ini akan mereda secara perlahan? Yang pasti, kewaspadaan tetap menjadi kunci untuk mengantisipasi segala kemungkinan dari fenomena alam yang tak bisa diprediksi sepenuhnya ini.
(Mond)
#Peristiwa #ErupsiGunungMarapi #GunungMarapi #SumateraBarat