H+2 Idulfitri 1446 H: Kelok Sembilan dan Simpang Harau Dilanda Kemacetan Parah
Kemacetan panjang terjadi di Jalan Lintas Riau-Sumbar, tepatnya di Kelok Sembilan dan Simpang pintu masuk Harau, pada Rabu (2/4/2025), H+2 Lebaran Idulfitri 1446 H. |
D'On, Sumatera Barat - Arus balik Lebaran di jalur Lintas Riau-Sumbar memasuki hari kedua pasca-Idulfitri 1446 H, tepatnya pada Rabu (2/4/2025), menghadapi tantangan berat akibat kemacetan panjang yang terjadi di sejumlah titik krusial, terutama di kawasan Kelok Sembilan dan Simpang Harau.
Kelok Sembilan: Kemacetan Mengular hingga Lubuk Bangku
Dari arah Riau menuju Sumatera Barat, ribuan kendaraan terjebak dalam antrean panjang menjelang Kelok Sembilan. Kemacetan ini terus berlanjut hingga ke Lubuk Bangku, menyebabkan laju kendaraan roda empat terpangkas drastis hingga tak lebih dari 5 km per jam. Sementara itu, pengendara roda dua masih dapat menyelinap di antara kendaraan dengan memanfaatkan lajur kiri.
Salah satu penyebab utama tersendatnya arus lalu lintas di Kelok Sembilan adalah banyaknya kendaraan yang parkir di atas jembatan ikonik tersebut. Para pengendara yang sengaja berhenti untuk beristirahat atau sekadar menikmati pemandangan spektakuler Kelok Sembilan tak sadar telah memperburuk kepadatan lalu lintas. Parkir sembarangan ini terjadi sepanjang Kelok Sembilan, menambah tekanan pada jalur yang memang sudah padat akibat arus balik.
Tak hanya itu, meningkatnya volume kendaraan dari Riau juga diperparah oleh kendaraan yang keluar-masuk tempat parkir di Lubuk Bangku. Ruas jalan yang terbatas menyebabkan kendaraan yang hendak keluar dan masuk harus beradu ruang dengan kendaraan yang terus mengalir dari Riau menuju Sumbar. Akibatnya, antrean semakin panjang dan mengakibatkan kemacetan yang tak kunjung terurai.
Simpang Harau: Pengalihan Arus Picu Kepadatan
Jika kemacetan di Kelok Sembilan menyiksa pengendara yang menuju Sumatera Barat, mereka yang hendak kembali ke Riau juga menghadapi situasi serupa di Simpang Harau. Polisi lalu lintas memberlakukan pengalihan arus guna mengurangi kepadatan, namun kebijakan ini justru menyebabkan antrean panjang.
Di titik ini, kendaraan yang datang dari arah Riau tidak diperbolehkan langsung belok kanan menuju Lembah Harau. Sebagai gantinya, mereka diarahkan untuk langsung belok kiri menuju pusat Kota Payakumbuh, yang justru memperpanjang perjalanan dan memperbesar kepadatan di kawasan kota. Sementara itu, kendaraan dari Sumbar yang hendak menuju Riau dialihkan melewati jalan dalam Komplek Kantor Bupati Lima Puluh Kota, yang berujung kembali di Simpang Harau.
Pengalihan arus ini memang bertujuan untuk mengurai kepadatan, tetapi banyak pengemudi yang merasa kebijakan ini justru memperlambat perjalanan mereka. Beberapa pengemudi terlihat kebingungan dengan perubahan jalur, yang mengakibatkan tersendatnya arus di beberapa titik.
Macet di Jalur Payakumbuh-Bukittinggi
Tak hanya di dua titik utama itu, kemacetan juga menjalar ke jalur Payakumbuh-Bukittinggi. Padatnya kendaraan yang datang dari Payakumbuh menuju Bukittinggi membuat perjalanan yang biasanya lancar berubah menjadi ujian kesabaran bagi para pemudik. Antrean panjang mengular sejak keluar dari Payakumbuh hingga mendekati Bukittinggi, dengan kecepatan kendaraan yang merayap.
Widi, seorang pemudik asal Riau yang hendak pulang ke kampung halamannya di Pariaman, mengaku terjebak dalam kemacetan panjang di jalur ini.
"Iya, macet di Payakumbuh-Bukittinggi. Panjang juga, keluar dari Payakumbuh langsung macet," ujar Widi dengan nada pasrah.
Antisipasi dan Imbauan untuk Pemudik
Melihat kondisi lalu lintas yang semakin padat, pihak kepolisian dan dinas perhubungan setempat terus berupaya mengurai kemacetan dengan mengarahkan arus lalu lintas serta mengimbau pengendara agar tidak berhenti sembarangan di titik-titik rawan. Pemudik juga disarankan untuk mengatur jadwal perjalanan agar tidak terjebak dalam puncak arus balik.
Dengan volume kendaraan yang masih tinggi dalam beberapa hari ke depan, pemudik diharapkan bersabar dan tetap mematuhi aturan lalu lintas demi kelancaran perjalanan mereka. Kesadaran pengguna jalan untuk tidak parkir sembarangan serta mengikuti arahan petugas sangat dibutuhkan guna mengurangi kepadatan dan mempercepat arus kendaraan di jalur utama Sumatera Barat ini.
(Mond)
#SumateraBarat #Lalulintas #Macet