Breaking News

Jalur Mudik Putus Akibat Longsor di Asahan: Ribuan Pemudik Terdampak, Warga Bangun Jalan Alternatif

Jalan yang ambles akibat longsor di di Desa Huta Padang, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Selasa, 2 Maret 2025.

D'On, Asahan, Sumatera Utara
– Musibah tanah longsor yang terjadi di Desa Huta Padang, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, telah mengakibatkan terputusnya jalur mudik yang menghubungkan Kabupaten Asahan dengan Kabupaten Simalungun. Peristiwa yang terjadi pada Senin (31/3/2025) ini menyebabkan seluruh badan jalan amblas dan jatuh ke dalam jurang sedalam 20 meter, membuat jalur tersebut sama sekali tidak bisa dilalui oleh kendaraan bermotor.

Peristiwa ini tidak hanya berdampak pada warga sekitar, tetapi juga berimbas besar pada ribuan pemudik yang hendak melakukan perjalanan mudik dan liburan Lebaran. Akibat jalur utama yang putus total, para pemudik harus mencari rute alternatif, termasuk harus berputar jauh melalui Kota Kisaran.

Kondisi Jalan yang Semakin Memburuk

Menurut warga setempat, kerusakan jalan ini sebenarnya sudah terjadi sejak lama. Namun, karena tidak adanya perbaikan dari pihak berwenang, kerusakan semakin parah hingga akhirnya menyebabkan longsor yang fatal. Jonliper Manurun, Sekretaris Desa Huta Padang, mengungkapkan bahwa di kawasan desa ini terdapat sedikitnya lima titik longsor yang telah dilaporkan ke pemerintah kecamatan dan kabupaten, tetapi hingga kini belum ada tindakan perbaikan yang signifikan.

“Harapan kami kepada pemerintah kabupaten untuk segera melakukan perbaikan, terutama mengingat tingginya volume kendaraan yang akan melintas selama musim mudik Lebaran. Kami juga meminta para pengemudi truk untuk mengurangi beban muatan guna menghindari risiko longsor yang lebih parah,” ujar Jonliper pada Rabu (2/4/2025).

Warga Bangun Jalan Alternatif Darurat

Di tengah ketidakpastian perbaikan dari pihak berwenang, warga setempat berinisiatif membangun jalur alternatif darurat di samping jalan yang longsor. Namun, jalur ini hanya bisa dilalui oleh sepeda motor dan mobil kecil. Sementara itu, bagi kendaraan berat seperti truk dan bus, sangat disarankan untuk mencari rute lain karena kondisi jalan alternatif yang masih sangat rentan dan berbahaya.

“Kami berusaha semampu kami untuk membuka akses bagi pemudik, terutama yang menggunakan kendaraan pribadi dan sepeda motor. Namun, bagi kendaraan besar, risikonya terlalu tinggi jika tetap dipaksakan melintas,” ungkap seorang warga yang turut serta dalam pembangunan jalur alternatif.

Respons Pemerintah Daerah

Menanggapi situasi ini, Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk segera melakukan perbaikan jalan yang terdampak longsor.

“Kami telah menyampaikan permohonan bantuan kepada provinsi agar perbaikan segera dilakukan, terutama untuk menghindari kemacetan parah saat arus mudik Lebaran,” kata Taufik.

Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada kejelasan kapan proses perbaikan akan dimulai, sehingga pemudik masih harus mencari jalur alternatif atau menyesuaikan perjalanan mereka agar tidak terjebak dalam kondisi yang sulit.

Dampak Terhadap Warga dan Perekonomian

Selain menghambat arus mudik, terputusnya jalur utama ini juga berdampak besar pada aktivitas ekonomi warga sekitar. Banyak pedagang dan petani yang biasanya mengandalkan jalur ini untuk mengangkut hasil bumi ke pasar mengalami kesulitan dalam mendistribusikan barang dagangan mereka.

“Kami benar-benar merasa terisolasi. Biasanya kami mengirim hasil panen ke pasar di Simalungun, tapi sekarang harus mencari jalan lain yang jauh lebih lama dan lebih mahal ongkosnya,” keluh seorang petani di Desa Huta Padang.

Masyarakat sangat berharap agar pemerintah daerah segera turun tangan dan mempercepat proses perbaikan jalan yang terdampak longsor ini. Selain untuk kelancaran arus mudik, perbaikan jalan juga akan sangat membantu pemulihan aktivitas ekonomi warga yang saat ini sangat terhambat.

Sementara menunggu respons lebih lanjut dari pihak berwenang, pemudik yang berencana melewati jalur ini disarankan untuk terus memantau perkembangan situasi dan mencari jalur alternatif guna menghindari perjalanan yang terhambat atau bahkan berbahaya.

(Mond)

#JalanLongsor #Infrastruktur #Peristiwa