Megawati Instruksikan Kepala Daerah PDIP Hadiri Retret Gelombang Kedua: Sikap Berubah Pasca Ketegangan Politik
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
D'On, Jakarta - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, kembali mengambil langkah strategis dalam dinamika internal partai dengan menginstruksikan seluruh kepala daerah dari PDIP yang sebelumnya absen dalam retret kepemimpinan di Magelang pada Februari lalu, untuk mengikuti retret gelombang kedua. Keputusan ini menandai perubahan sikap dari sang ketua umum, yang sebelumnya justru meminta para kepala daerah menunda keikutsertaan mereka dalam kegiatan tersebut, di tengah situasi politik yang memanas.
Retret Gelombang Kedua: Titik Konsolidasi Baru
Instruksi Megawati disampaikan secara resmi oleh Ketua DPP sekaligus juru bicara partai, Ahmad Basarah. Dalam keterangannya kepada wartawan pada Jumat (4/4), Basarah menegaskan bahwa keputusan ini merupakan bentuk penegasan terhadap loyalitas struktural dan ideologis seluruh kepala daerah PDIP.
“Sudah ada kesepakatan kami bahwa kepala daerah dari PDIP yang belum ikut retret angkatan pertama, akan ikut pada angkatan kedua. Hal tersebut adalah arahan langsung dari Ibu Megawati,” ujarnya.
Retret yang dimaksud adalah program pembinaan kepala daerah yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan dijadwalkan berlangsung dalam tiga gelombang. Kegiatan ini bukan sekadar forum refleksi kepemimpinan, tetapi juga ruang konsolidasi lintas partai dan jenjang pemerintahan.
Sikap Berubah di Tengah Badai Politik
Perubahan sikap Megawati menjadi sorotan. Pasalnya, pada retret gelombang pertama yang berlangsung akhir Februari lalu, ia justru mengeluarkan instruksi mendadak untuk menarik kepala daerah PDIP dari kegiatan tersebut. Instruksi ini dikeluarkan tak lama setelah Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, ditahan oleh KPK dalam kasus suap dan perintangan penyidikan terkait buron Harun Masiku.
Dalam suratnya, Megawati kala itu meminta para kepala daerah untuk menghentikan perjalanan menuju lokasi retret di Akademi Militer, Magelang, sembari menunggu arahan lebih lanjut. Sikap ini ditafsirkan sebagai bentuk protes diam dan kehati-hatian politik atas dinamika hukum yang menjerat tokoh penting partai.
Namun kini, suasana tampaknya mulai mencair. Instruksi terbaru Megawati memberi sinyal bahwa PDIP bersiap kembali menjalankan ritme normal partai, termasuk memulihkan kedisiplinan dan solidaritas struktural yang sempat terhambat.
Retret Sederhana, Tantangan Tetap Besar
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menuturkan bahwa retret gelombang kedua akan digelar dalam format yang lebih sederhana dibanding gelombang pertama. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia, namun esensi kegiatan tetap dijaga.
"Ada 49 kepala daerah yang belum mengikuti retret secara total. Sebagian akan mengikuti gelombang kedua," ungkap Bima Arya setelah bertemu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di kediamannya di Solo pada Kamis (3/4).
Dari total tersebut, sekitar 25 kepala daerah telah dipastikan menjadi peserta retret gelombang kedua. Mereka termasuk gubernur serta bupati/wakil bupati dari Bali dan sejumlah kepala daerah yang sebelumnya tersangkut sengketa hasil Pilkada di Mahkamah Konstitusi.
Namun, lokasi penyelenggaraan masih menjadi perbincangan. Meskipun Akademi Militer di Magelang menjadi lokasi utama gelombang pertama, untuk gelombang kedua, Kementerian Dalam Negeri masih mempertimbangkan opsi lain. “Tempatnya belum bisa dipastikan. Bisa tetap di Magelang, bisa juga di tempat lain. Yang jelas, dengan konsep lebih minimalis dan efisien,” kata Bima.
Retret Gelombang Ketiga: Penutup Pasca PSU Pilkada
Sesuai rencana, program retret kepala daerah akan digelar dalam tiga gelombang. Gelombang ketiga dijadwalkan berlangsung setelah seluruh proses pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada 2024 selesai. Hal ini untuk memastikan bahwa seluruh kepala daerah terpilih yang sempat tertunda pelantikannya akibat sengketa, tetap mendapatkan pembekalan yang setara.
Makna Strategis: Lebih dari Sekadar Retret
Di balik program retret ini, sesungguhnya tersimpan narasi strategis tentang konsolidasi kekuasaan, koordinasi pusat-daerah, serta peneguhan nilai-nilai ideologis partai di tengah guncangan politik. Megawati tampaknya menyadari pentingnya memastikan bahwa kader-kader PDIP di daerah tetap berada dalam satu garis perjuangan dan tidak tercerai-berai oleh badai politik yang datang silih berganti.
Dengan menginstruksikan partisipasi aktif dalam retret gelombang kedua, Megawati bukan hanya membangun kembali kohesi struktural partai, tetapi juga sedang mengatur panggung untuk pertempuran politik berikutnya. Retret ini pun tak lagi sekadar forum pengembangan kapasitas, tetapi juga medan refleksi ideologis di tengah turbulensi yang belum mereda.
Retret gelombang kedua menjadi panggung ujian: seberapa solid PDIP di bawah bayang-bayang tekanan politik dan godaan kekuasaan.
(Mond)
#PDIP #RetraetKepalaDaerah #Politik #MegawatiSoekarnoputri #Nasional