Breaking News

PGA: Gunung Marapi Alami Letusan Beruntun Selama Tiga Hari, Kolom Abu Mencapai 1.500 Meter

Gunung Marapi mengeluarkan abu vulkanik saat erupsi yang terlihat dari Bukittinggi, Sumatera Barat, Kamis (30/5/2024). Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi di Bukittinggi mencatat erupsi terjadi pada 30 Mei 2024 pukul 13:04 WIB dengan tinggi kolom abu teramati 2.000 meter di atas puncak yang terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30.4 mm dan durasi sementara 2 menit 2 detik. ANTARA FOTO/Al Fatah/Ief/nym.

D'On, Sumatera Barat
– Aktivitas vulkanik Gunung Marapi di Provinsi Sumatera Barat kembali menunjukkan peningkatan signifikan setelah mengalami rangkaian letusan selama tiga hari berturut-turut, mulai 1 hingga 3 April 2025. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat bahwa salah satu letusan terbesar terjadi pada Kamis pagi (3/4/2025), dengan kolom abu mencapai ketinggian 1.500 meter di atas puncak.

Petugas Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi, Teguh, dalam keterangannya di Padang, menyampaikan bahwa letusan pada Kamis pagi terjadi pada pukul 07.12 WIB. “Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,4 milimeter dan berdurasi sekitar 1 menit 9 detik,” ungkapnya, dikutip dari Antara.

Rangkaian Letusan: Dari 1 April hingga 3 April 2025

Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Marapi pertama kali terpantau pada 1 April 2025. Meski letusan terjadi, tinggi kolom abu tidak dapat diamati karena kondisi cuaca yang tertutup awan. Namun, data seismik menunjukkan amplitudo mencapai 30,6 milimeter dengan durasi letusan 34 detik.

Selanjutnya, pada 2 April 2025, gunung dengan ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini kembali mengalami dua kali erupsi. Letusan pertama menghasilkan kolom abu setinggi 350 meter, sementara letusan kedua meningkat dengan ketinggian kolom abu mencapai 1.000 meter.

Sehari kemudian, pada 3 April, aktivitas vulkanik semakin intens. Erupsi pagi hari dengan kolom abu setinggi 1.500 meter menjadi yang tertinggi dalam rangkaian letusan tersebut.

Status Waspada dan Rekomendasi PVMBG

PVMBG menetapkan status Gunung Marapi pada Level II (Waspada), yang berarti aktivitas vulkanik masih berpotensi meningkat dan perlu diwaspadai. Sebagai langkah mitigasi, masyarakat, pendaki, serta wisatawan diminta untuk tidak memasuki atau melakukan aktivitas di dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi, yakni Kawah Verbeek.

Selain itu, PVMBG mengingatkan warga yang tinggal di sekitar lembah, aliran, atau bantaran sungai yang berhulu di Gunung Marapi untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir lahar hujan. Mengingat saat ini masih dalam musim hujan, risiko aliran lahar yang membawa material vulkanik bisa meningkat sewaktu-waktu.

Dampak dan Respons Masyarakat

Letusan beruntun ini telah menimbulkan kepanikan di beberapa desa yang berada di sekitar kaki Gunung Marapi. Warga melaporkan adanya hujan abu tipis di beberapa daerah, terutama di wilayah yang berada di arah timur dari gunung. Meski demikian, belum ada laporan mengenai kerusakan signifikan atau korban jiwa akibat aktivitas vulkanik ini.

Beberapa warga juga mulai menggunakan masker untuk menghindari dampak negatif dari abu vulkanik yang dapat mengganggu pernapasan. Pemerintah daerah bersama BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) telah bersiap siaga dengan menyiapkan jalur evakuasi dan posko darurat jika situasi memburuk.

Gunung Marapi dan Riwayat Letusannya

Gunung Marapi merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Sumatera. Dalam sejarahnya, gunung ini beberapa kali mengalami erupsi besar yang mempengaruhi kehidupan masyarakat di sekitarnya. Salah satu letusan signifikan terjadi pada Desember 2023, yang menelan korban jiwa dan mengakibatkan kerusakan di beberapa desa.

Dengan meningkatnya aktivitas vulkanik saat ini, masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi dari otoritas resmi dan tidak mudah terpengaruh oleh berita-berita hoaks yang sering beredar saat terjadi bencana alam.

Kondisi Gunung Marapi masih dalam pemantauan ketat oleh PVMBG dan pihak berwenang lainnya. Warga di sekitar gunung ini diharapkan tetap waspada, mematuhi rekomendasi yang telah diberikan, serta menyiapkan langkah-langkah antisipasi jika terjadi peningkatan aktivitas lebih lanjut.

(Mond)

#Peristiwa #GunungMarapi #ErupsiGunungMarapi #SumateraBarat