Tragedi di Bendungan Lubukrayo: Bocah 11 Tahun Nyaris Kehilangan Nyawa Setelah Tenggelam
Rahul Novandri (11) telah dievakuasi dengan aman pada Rabu, 2 April 2025. (BPBD Kota Padang) |
D'On, Padang – Sebuah insiden mengerikan terjadi di Bendungan Lubukrayo, Kelurahan Balaigadang, Kecamatan Kototangah, Kota Padang. Seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun, N. Rahul Novandri, nyaris kehilangan nyawanya setelah tenggelam saat bermain di bendungan tersebut bersama teman-temannya pada Rabu (2/4/2025).
Kejadian ini bermula saat korban bersama empat orang temannya nekat pergi ke bendungan untuk berenang tanpa izin dari orang tua mereka. Dengan menumpang kendaraan yang melintas, kelima anak ini tiba di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB dan tanpa ragu langsung melompat ke air, tak menyadari bahaya yang mengintai.
Namun, suasana gembira berubah menjadi kepanikan ketika Rahul, yang ternyata tidak bisa berenang, mulai tenggelam. Air deras yang mengalir di bendungan dengan cepat menyeret tubuh kecilnya ke dasar sungai. Teman-temannya yang melihat kejadian tersebut sontak berteriak histeris, memanggil pertolongan dari warga sekitar.
Beberapa warga yang mendengar jeritan segera bergegas ke lokasi, berupaya menyelamatkan bocah malang itu dari cengkeraman arus. Setelah perjuangan menegangkan, akhirnya tubuh Rahul berhasil diangkat dari air dalam kondisi lemas. Tanpa menunda waktu, warga segera membawanya ke Puskesmas Airdingin untuk mendapatkan pertolongan medis.
Tim medis yang menangani Rahul sempat dibuat was-was. Tubuhnya yang basah kuyup dan wajahnya yang pucat menunjukkan betapa seriusnya situasi yang baru saja dialaminya. Namun, berkat penanganan cepat, kondisi bocah tersebut berangsur membaik. Setelah memastikan keadaannya stabil, pihak medis mengizinkannya pulang dan kembali ke rumahnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, menekankan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak mereka, terutama saat bermain di area berisiko tinggi seperti sungai dan bendungan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak berenang di lokasi yang tidak memiliki pengamanan atau pengawasan yang memadai.
“Peristiwa ini harus menjadi pengingat bagi kita semua. Air bisa menjadi teman, tetapi juga bisa menjadi musuh yang berbahaya jika kita tidak berhati-hati,” ujar Hendri.
Kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi, dan jika kesadaran masyarakat tidak meningkat, bisa jadi bukan yang terakhir. Perlu adanya tindakan lebih lanjut untuk meningkatkan keselamatan di area perairan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
(Mond)
#BocahTenggelam #Peristiwa #Padang