Wisatawan Pekanbaru Jadi Korban Pungli di Teluk Bayur Saat Menuju Pantai Air Manis
Pelaku Pemalakan Terhadap Wisatawan yang Berkunjung ke Pantai Air Manis (Foto: Tangkapan Layar)
D'On, Padang – Seorang wisatawan asal Pekanbaru bernama Bunga mengalami pungutan liar (pungli) saat dalam perjalanan menuju Pantai Air Manis, Padang. Insiden ini terjadi di kawasan Pelabuhan Teluk Bayur pada Kamis (3/4/2025) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Bunga, yang hendak menikmati keindahan pantai ikonik dengan Batu Malin Kundang tersebut, terpaksa membayar pungutan sebesar Rp50.000 per mobil dengan alasan biaya masuk.
Modus Pungli di Jalur Wisata
Menurut kesaksian Bunga, saat mobilnya melewati kawasan Teluk Bayur, ia dihentikan oleh beberapa orang yang mengaku sebagai petugas jalanan. Mereka meminta pembayaran sebesar Rp50.000 per kendaraan, dengan dalih sebagai "biaya masuk" ke kawasan wisata. Namun, tidak ada tanda resmi ataupun bukti pembayaran yang diberikan kepada wisatawan.
“Saya sempat bertanya, ini biaya resmi atau bukan? Tapi mereka bilang kalau semua kendaraan yang mau ke Pantai Air Manis memang harus membayar,” ujar Bunga didalam vidio yang diunggahnya di media sosial.
Merasa ragu, Bunga akhirnya membayar demi menghindari konflik, meskipun ia tidak melihat adanya pos retribusi resmi di lokasi tersebut. Setelah melewati kawasan itu, ia pun menyadari bahwa pembayaran tersebut tidak sah dan kemungkinan besar merupakan praktik pungli yang sudah lama terjadi di daerah itu.
Dugaan Pungli Sudah Berlangsung Lama
Kejadian serupa ternyata bukan pertama kali terjadi. Beberapa wisatawan yang sering mengunjungi Pantai Air Manis mengaku pernah mengalami hal serupa. Jalur Teluk Bayur memang sering digunakan sebagai akses alternatif menuju kawasan wisata tersebut, dan banyak pelaku pungli memanfaatkan situasi dengan memberlakukan tarif ilegal bagi para wisatawan.
“Saya juga pernah mengalami hal ini tahun lalu. Mereka berlagak seperti petugas resmi dan meminta uang dengan berbagai alasan. Kalau tidak mau bayar, mereka menakut-nakuti atau mempersulit perjalanan kita,” ujar seorang warga Padang yang enggan disebutkan namanya.
Pihak Berwenang Diminta Bertindak
Menanggapi kejadian ini, sejumlah pihak mendesak pemerintah daerah dan aparat kepolisian untuk segera bertindak. Pungli di jalur wisata seperti ini tidak hanya merugikan wisatawan, tetapi juga mencoreng citra pariwisata Sumatera Barat yang terkenal dengan keindahan alam dan keramahannya.
Pemerintah Kota Padang dan pihak kepolisian diharapkan segera melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait laporan pungli ini, termasuk menertibkan kawasan Teluk Bayur agar wisatawan merasa aman dan nyaman saat berkunjung ke Pantai Air Manis.
Sementara itu, para wisatawan diimbau untuk lebih berhati-hati dan menanyakan langsung kepada petugas resmi atau pihak terkait jika dimintai biaya yang mencurigakan. Jika menemukan praktik pungli, mereka disarankan untuk segera melaporkannya ke pihak berwenang.
Pantai Air Manis, yang terkenal dengan legenda Malin Kundang dan keindahan pasir putihnya, seharusnya menjadi destinasi wisata yang bebas dari praktik pungli agar dapat terus menarik wisatawan dari berbagai daerah.
(Mond)
#Pungli #PantaiAirManis #Pemalakan #Padang